entah kenapa...belakangan ini saya lebih suka menulis fiksi...kali ini hasil pengamatan terhadap sekitar....dan saya sarankan membacanya dengan cermat....karena disini saya banyak mengumpamakan sesuatu...menjadi sesuatu......akan terlihat menjijikan dan memuakan.....tapi itu adalah ungkapan perasaan saya saat ini.......
cerita ini saya persembahkan untuk semua penjilat 
me killing ass lickers
di seluruh penjuru dunia............selamat menikmati....salam !!!!

me killing ass lickers
di seluruh penjuru dunia............selamat menikmati....salam !!!!
Sungguh aku adalah seorang penyayang binatang. Bermacam jenis dari mereka aku pelihara..... Aku letakan di setiap sudut rumah. Aku manjakan selayaknya memanjakan putri-putri raja. Aku mandikan selayaknya memandikan gundik-gundik istana. Mereka tidak pernah kepanasan. Mereka tidak pernah menderita. Mereka selalu kutempatkan ditempat yang sejuk. Sehingga mereka selalu merasakan kenyamanan.
Awalnya, dari hanya satu jenis binatang yang aku pelihara. Kini telah banyak lagi memenuhi rumahku. Dari mulai beberapa ekor Babi
..Anjing
... Monyet. dan Ular !!!


Binatang Favoritku adalah Ular!!!!!!
Ular ini adalah binatang kebanggaan dari seluruh binatang peliharaanku. Hampir setiap saat aku bawa-bawa. Aku timang- timang dihadapan teman-temanku. Aku tahu mereka iri. Selalu memandang kearah ularku dengan terpesona. Seolah-olah mereka ingin memilikinya
satu dirumah.
satu dirumah.
Teman-temanku juga mempunyai peliharaan. Sama denganku. Ada yang memelihara ular juga. Tapi sangat jarang sekali aku melihat mereka membawanya ketempat kerja. Paling dua atau tiga kali dalam sebulan. Itu pun kalau mereka sedang ingin.
Paling sering sih mereka membawa anjing. !!!
Ularku ini cukup unik. Dia memiliki kulit yang halus. Tidak bersisik. Lidahnya tetap sering menjulur keluar seperti lidah ular layaknya. Tapi tidak terbelah dua. hanya berbentuk lurus seperti lidah manusia. Kelebihan yang paling membuat teman-temanku iri adalah karena buntutnya terbelah dua. .....
Iya. Sumpah !!!....buntutnya terbelah dua. Pernah dengarkan cicak atau kadal dengan buntut terbelah dua?. Dan konon katanya. Ini membawa rezeki yang banyak bagi pemeliharanya. Nah. Ular yang aku punya ini buntutnya terbelah dua. Aku tidak tidak terlalu paham dengan anatomi ular. Tapi sepengetahuanku seharusnya yang terbelah dua itu lidahnya. Tapi kenapa ini malah buntutnya. Unik ya.
Bicara tentang unik. Ada lagi kelebihan ularku. Yaitu `bisa`nya. `Bisa` ularku ini cukup ampuh. Dia tidak menyebar segera setelah menyerang lawan. Tapi mampu diendapkan dahulu. Berbulan-bulan sampai bertahun-tahun ditubuh lawan-lawannya. Jadi, apabila ternyata lawannya tiba-tiba lumpuh. Tidak ada yang bisa menduga siapa yang telah menyerangnya.
Wow. Untuk ini aku sangat salut dan semakin bangga dengan ularku....
Gerakan ularku ini sangat halus. Tidak terdeteksi sama sekali. Matanya sangat awas dengan segala macam ancaman. Dia mampu berdiam diri menunggu lawannya dengan sabar. Memperhatikan dengan seksama. Tapi apabila sudah menyerang musuhnya. Dia bisa sangat berbahaya. Dia sanggup membebat musuhnya selama itu dibutuhkan. Entah seminggu. Sebulan. Atau bahkan tahunan kalau memang itu yang dibutuhkan. Setelah dipastikan lawannya tidak mampu lagi memberikan perlawanan. Baru dia menghentikan serangan.
Sekali lagi. Sungguh sangat membanggakan bagi diriku untuk memeliharanya.
Memang tidak setiap hari ularku ini kubawa-bawa ketempat kerja. Kadang aku membawa anjing !!!. Dilain hari monyet !!!. Babiku juga sering kok aku bawa. Malahan aku pernah membawa semuanya sekaligus. Dan mereka semua berlaku manis dan baik dihadapan semua teman-temanku. Jelas ini membuat teman-temanku semakin iri.
Karena aku sering membawa peliharaan-peliharaan ketempatku bekerja. Entah karena dikomando-i atau tidak. Aku melihat mulai banyak teman-teman yang setiap hari membawa peliharaannya kekantor. Dari yang hanya sebulan dua kali. Mulai jadi seminggu sekali. Dua hari sekali. Dan terakhir kulihat. Mereka mulai ketagihan membawa binatang-binatangnya kekantor setiap hari. Jadinya satu berbanding satu antara jumlah manusia dengan peliharaannya dikantorku. Bahkan kadang lebih. Karena tidak jarang ada yang membawa lebih dari satu peliharaan setiap harinya.
Tentu saja ini situasi yang menggembirakan buatku. Karena semakin bisa membandingkan peliharaan masing-masing. Dan sekali lagi. Ular berbuntut dua peliharaanku tetap juaranya. Dia selalu dengan liat menyikat habis para pesaingnya.
Teman-teman semakin kagum kepadaku.
Terlebih apabila ular yang mereka bawa terkapar kalah dihajar habis oleh ularku. Besoknya mereka tidak membawa ular lagi. Mereka mulai sering Mendatangi ruanganku. Membelai ularku.. Menimang-nimang peliharaanku itu. Seolah itu ular mereka sendiri. Tentu saja aku bahagia dengan keadaan ini.
Tapi sudah satu bulan ini ular kesayanganku sering sakit. Kerap kulihat dia dipojok rumah dengan tidak bergairah. Tidur tidak. Karena dari matanya kulihat tetap menyala. Aku periksa tubuhnya. Suhunya normal. Aku periksa makanannya. Juga normal. Mungkin dia ingin makanan yang lebih enak. Aku tanyakan. Tapi dia diam saja. Aku bingung. aku sedih. tapi aku tak berdaya.
Pernah suatu hari aku paksakan membawanya ketempat kerja. Dia terlihat bahagia. Dengan sigap dia menghampiriku. Tapi karena kesibukanku. Dia lebih banyak aku simpan didalam. Jarang aku ajak main keluar. Mungkin karena inilah dia jadi tidak bergairah lagi. Entahlah.
Jadinya aku sering membawa anjing atau babi kekantor.
Monyet hanya kadang-kadang. Karena diposisiku sekarang ini. rasanya kurang elegan apabila terlalu sering membawa-bawa monyet ketempat kerjaan. Monyet kadang suka lepas kendali. Berlompatan kesana-kemari. Kadang kalau dalam perjalanan menuju kantor di suka mengeluarkan kepalanya. Tentu saja ini menimbulkan kesebalan pengendara disebelah mobilku.
Anjing juga begitu. Kalau dulu gonggongannya aku perlukan untuk melindungiku dari para pesaing. Kini aku tidak perlu itu. Bawa-bawa anjing malah membuat takut sekretarisku. Apalagi membawa babi. Tidak sesuai dengan jas dan dasiku.
Kini aku punya binatang peliharaan baru !!!!!.
Aku punya merak. bulu-bulu indahnya serasi dengan penampilanku kini.
Aku punya merpati. merpati adalah simbol kebaikan dan perdamaian.
Aku punya elang. tatapannya akan mempengaruhi ratusan orang bawahanku. Tentu akan menambah kewibawaanku.
Setiap hari aku semakin sering membawa burung-burung itu dibanding babi !!!, monyet!!!, anjing!!! atau bahkan ular berbuntut dua kebanggaanku.
Aku sudah hampir melupakan peliharaan-peliharaanku yang lama.
Karena lama aku acuhkan. Entah karena sering telat memberi makan atau stress jarang di timang-timang. Mereka menjadi kurus. Dan lama kelamaan mati !!.... Pertama babi. Kemudian monyet. Dan belakangan anjing juga mati.
Ular kesayanganku tidak mati. Dia kabur!.
Mungkin dia kecewa karena jarang dibawa dan ditimang. Berhari-hari aku mencarinya. Tapi tidak berhasil. Akhirnya kurelakan saja kepergiannya. Tentu saja ini membuatku sedih. Tapi aku segera terhibur bila melihat burung-burungku. Peliharaanku yang baru.
Mungkin dia kecewa karena jarang dibawa dan ditimang. Berhari-hari aku mencarinya. Tapi tidak berhasil. Akhirnya kurelakan saja kepergiannya. Tentu saja ini membuatku sedih. Tapi aku segera terhibur bila melihat burung-burungku. Peliharaanku yang baru.
Suatu hari saat rapat direksi.
Seseorang diperkenalkan kehadapan kami. pegawai baru pindahan dari kantor saingan. Yang kudengar kariernya juga melesat seperti diriku. Dia ditempatkan selevel dengan diriku. Tentu saja ini mengguncang hatiku.
Seseorang diperkenalkan kehadapan kami. pegawai baru pindahan dari kantor saingan. Yang kudengar kariernya juga melesat seperti diriku. Dia ditempatkan selevel dengan diriku. Tentu saja ini mengguncang hatiku.
Burung merak disampingku mulai gelisah. Keindahan bulunya hampir terusik karena kegelisahannya. Merpati tak henti-hentinya mengibas-ibaskan sayapnya. Seperti bingung harus berbuat apa. Elang apalagi. Matanya tak henti-henti menatap tajam kearah orang itu.
Aku tak kalah gelisah dengan burung-burung peliharaanku.
Aku tak kalah gelisah dengan burung-burung peliharaanku.
Karena pegawai baru yang diperkenalkan dihadapanku itu membawa ular di pundaknya. Ular berbuntut dua berlidah satu dan berkulit halus.
Tidak salah lagi. Itu adalah ularku !!!
salam silahturahmi kembali gan
ReplyDeletehehe.. Kalo boleh tau ularnya makan apa th mas, nasi kayak manusia juga khan. Apalagi dibantu lidah ala manusianya. !??!
ReplyDeletewuuuiiih..! sadis mas,
ReplyDeletehanya beberapa ungkapan aja yang saya ngerti,
karena di lingkungan saya juga ada yang berperilaku speperti reptil itu, hehe..
kata2nya kayak pisau nih... tapi aku yg bodoh ini sama sekali nggak ngerti arti tersirat dari cerita ini... aku telan bulat2 kata per kata... :-)
ReplyDeletewah ularnya punya majikan baru ternyata ya? hehe
ReplyDelete@warsito...terima kasih...salam :)
ReplyDelete@Ardian Bumi...makanya nasi rames mas...orek tempe + telor dadar...minumnya es teh manis...hahahaaaaaa...
@Yudi Darmawan...hihiiii...banyak mas yg begini...
@Lyliana Thia...hahaaaaaaaa...gak papa kok...saya malah terima kasih sudah disempatkan membaca... :)
@archer house....haha...iya...
hi serem..sifat manusia kadang emang spt ular ya.
ReplyDeletewaduuu... kalo semuanya pada bawa hewan peliharaan, kantor jadi kebun binatang dong
ReplyDeletehiii.... ular ... binatang yg tdk aku suka,
ReplyDeleteaku pilih merpati aja deh mas ...
wah bang nufri ternyata sayang sama binatang ya, sungguh mengharukan sekali.. sampai ular pun di pelihara, aku malah geli n takut tuh ama ular hehe..
ReplyDeletedi tempat saya banyak juga mas.,.
ReplyDeletekalo masih mau bisa saya kirim., (peace)
menyindir lewat tingkah laku binatang, like this mas ^_^
ReplyDeletekabur dapet majikan baru... yang jelas fiksi kan...
ReplyDeleteweleh...biasanya yang terkenal Ular Berkepala Dua, tapi ini Berbuntut Dua. Hmmm...bener-bener ular yang lihai dan sulit diterka gerakannya oleh para musuhnya.
ReplyDeleteapapun bentuknya...., ular tetap berbahaya apalagi yang berwujud manusia.
mampir ah ke rumah ularrr... :))
ReplyDeletePadahal aku takut dengan ular, geli ah..hehe
ReplyDelete@Sang cerpenis bercerita...banyak mba... :)
ReplyDelete@aina...hahaaaa...kerjanya emang di kebon binatang
@Hariyanti Sukma...merpati okeeee... :)
@Umiabie...hahahaaaaaa...
@fiana agus....ga maaauuuuuuuuu... :p
@celotehan....heheeeeee...terima kasih...
@Ami.....fiksi bangettttt...
@iffa hoet...betul sekaliii...mengerikannn!!!
@Ay...silahkannn....
@Kamal Hayat....hiiiiiiiiii...sama..sya geli juga
analogi yang bagus dengan menggunakan ular.. selain licik, dan penjilat.. ternyata dia juga bisa berkhianata yak..
ReplyDeleteintinya selalu hati-hati dengan ucapan dan tindakanmu.. *bukan begitu ?
@ghape....intinya...hati2 dengan sekitarmu...jangan terlalu cepat menilai orang dari luarannya...karena didunia yang sudah gila ini...manusia banyak yang bertopeng...dan parahnya lagi..topeng itu dijadikan patokan...karena yang mematok juga memakai topeng....tinggallah yang gak pake topeng terbelakang dan tersisih diantara debu dunia....terima kasih ya phe... :) heheeeee
ReplyDeletekirain cerita tentang hewan beneran mas... :D
ReplyDeleteharus dbaca bolak-balik biar tau makna tersirat dari cerita ini.. :)
salaam
sama, kirain cerita tentang uler yang emang punya buntut 2. ternyata.... tapi keren ih kata-katanya
ReplyDeletesuka bagian akhirnya...heehehehhehehe
ReplyDeletediawal cerita sudah disampaikan, ini buat para penjilat...hehehe
ReplyDeleteeh, padahal kucing juga hewan penjilat lho. sya suka ngintipin klw mereka lagi mandi...hahaha ^^
aduhaaai kalo para `penjilat` aslinya baca cerita di atas kira2 pada ngerti gak ya? apa mungkin langsung tobat #amin
ReplyDeletehehee,, shioo saya juga ulaar mas #oranyambungblas
ReplyDeleteaku ga bisa bayangin uler yg buntut nya dua. soalnya ga tau sih.. buntut uler tuh mulainya dr mana, kan mulai dr kepala badannya lurus2 aja kyk buntut gitu -_-"
ReplyDeleteini fiksi ? atau ?
ReplyDelete@mabrurisirampog..hahaaa...iya...lagi ngawur saya waktu nulisnya mas...terima kasih ya mas...
ReplyDelete@ikmalia Anindita...hahaaa...terima kasih yaaaa..
@gloria putri...thx glo..
@koskakiungu..nahhh yaa..ketahuan yang suka ngintip... :p
@Retno Novitha S..semoga segera tobat...kalau mereka sadar...hahaaaa...
@pai...sama dong..saya naga *lebihgaknyambung
@Mila Said..hahahaaaaaaa...ihhh..masak sih?..
@John Terro...fiksi mas... :)
Hehe wah keren juga ya ulernya berbuntu dua, coba ada sepuluh, lumayan kan buat pengganti sapu ijuk XD
ReplyDeleteWah bingung mo komen apa, aku ga paham sama sekali maksud yang disampaikan, jadi aku membacanya selayaknya cerita sebenarnya, bukan ungkapan... . Maaf ya
ReplyDeletehmmmm, apakah separah itu hingga harus digambarkan layaknya binatang :D
ReplyDeleteitu foto di sebelah kiri, kok bisa gitu...keren >.<
Hmmm... untung aku kurang suka binatang
ReplyDelete*eh...
berbakat juga nulis cerpen nih.
ReplyDelete@iam....lhaaaa?...mau emang ijuknya dari ular..hiiiii :p ...
ReplyDelete@Mauna...hahaaa.ga papa..saya seneng kok tetep...:)
@Ajeng Sari Rahayu...gak parah sih...saya iseng aja...keluar gitu aja..hahaaaaaaa...makasih yah.. :)
@chici...hahaaaaaaaaa....
@Sang Cerpenis bercerita...heheeee...terima kasih ya Fan...aduh jadi kembang kempis ni idung
"ass licker"? malah terdengar "porno", soalnya biasanyanya disebut "ass kisser", hihihi :)
ReplyDeleteUlar?wah bagus banget analoginya.Khan adam ama hawa aja keluar dari surga karena ular...Bener atau gak ya?
ReplyDeletePerlu pemahaman mendalam dalam membacanya, tapi analoginya cukup mengena.. :)
ReplyDeletekalo sekarang saya sudah tidak memelihara binatang apapun, bahkan nyamuk yang bandel pun saya gebah setiap kali nongol, mereka menyusahklan walau disekelilingku orang-orang masih tetap dengan kebiasaan mereka membawa binatang beraneka macam. aku ingin sendiri saja.
ReplyDelete@dunia kecil indi...heh?..masak sih?..hehehe...
ReplyDelete@I-one...hahaaaa...bahaya dong ya...uler yang didalam apel ya?...
@Dwi...terima kasih... :)
@Muhammad A Vip...kalo hamster gimana?... :)
Alangkah senangnya binatang2 itu dalam ceritamu.
ReplyDeleteNganu, yg bawa gajah siapa,nu?!
asikk.. tulisannya sekarang agak beda ya, banyak metaofra. ihiyyy...
ReplyDeletewahhh pencinta binatang. tapi malah ada pesan tersirat nih sebenar nya.
ReplyDeletejiahhh pegawai baru membawa ular. hari hari entar di gigit nya. mending jadi pawang ular aja. biar ular nya jinak
hahahaha, menggelitik, cerdas
ReplyDeleteTemen aku juga ada tuh yang piara ular,, kandangnya ada di dalam kamar pulak,, jadi takut sendiri aku ngebayangin klo ularnya malem2 keluar dan gak sengaja ngegigit tuannya >.<
ReplyDeleteYa,, menurut aku klo mau piara binatang yang aman2 dan gak aneh2 aja deh >.<
@renotxa...huahahahaaaaaaaa...yg bawa gajah ya sinchan pastinya...
ReplyDelete@maya...heheee...lagi sesuai hati aja may... :p
@Bayu Hidayat....heheeee..thx bro...
@Blackbox...terima kasih mas... :)
@niee...betul...terima kasih yaa..
sebagian manusia berperilaku menjijikan,
ReplyDeleteoia masnya aku tag disini loh: http://chicio.blogspot.com/2011/05/pamer-isi-tas.html
ReplyDeleteMakna tersurat dari cerita yang tersirat ini tentang apa ya? Maaf aku kurang bisa menafsirkannya karena kemampuanku cuma segitu. Tapi apapun itu, cerita tentang ular ini semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita untuk arif memaknai hidup.
ReplyDeletewah, dalam nih maknanya...
ReplyDeletenice :)
saya blom paham maksud dari ular ini apa?
ReplyDeletebegitu juga dengan hewan2 yang lain disebutkan diatas -.-
Klo di kantor saya dulu, gak ada yg pelihara merpati atau merak, bro. Kebanyakan ular sama rubah, ada juga Gorila sama Serigala. Speechless bacanya.. :)
ReplyDelete@eks...betul banget mas...setuju... :)
ReplyDelete@chici....waaaaaaa...terima kasihhhhh yaaaa...
@coretan hidup... amin... terima kasih mas...
@zasachi...terima kasih..
@helgaindra...hahaaaa..gak papa...saya juga ngawur kok nulisnya... :p...
@Dian Eka... komentar paling cerdas... hehehee...terima kasih yaaaa..
Wach ular memang mengerikan, apalagi bila berbisa. Di Puskesmasku pernah ada yang sampai mati karena digigit ular berbisa dan bisanya terlalu ganas. Tapi syukurnya kebanyakan adalah yang masih bisa diselamatkan dengan suntikan ABU. Ech....g nyambung ya Broo :) pzzzttt....
ReplyDeletekereeenn.. kereeen.kereeen..,, makna yang tersirat, i like this.. B-)
ReplyDeleteSalam,,mampir balik lagi yaa :D
ya ampuun,..tu kalo kisah nyata, kayaknya kantornya bernama rumah sakit hewan kali ya??hehehe..nice post Bung!!thnks ya dah berkunjung ke tempatku..
ReplyDelete@Yunda Hamasah...hiiiii...ngeri banget emang kalo udah digigit ular...baik itu ular imajinasi ataupun ular beneran....hiiii :)
ReplyDelete@Hani Purwanti...terima kasihhhh... :)
@Kenia huwada...hahaaaaaaaa....iya sama2...terima kasih kembali... :)
serem bgt sih...
ReplyDeletewah pegawai baru yg bw ULr berbuntut dua elo pasti cewetuh.... dah gitu cantik, ayu, lemah lembut, walau begitu dia penuh dengan ketegaran jiwa....soalnya si ular berbuntut dua pasti akan mencari induk semang yg lbih baik dr induk semang yg lamanya..... smoga sang ular berbahagia ketika pegawai baru itu dekat dengan induk semang lamanya.... wakakakakakakakakaka
ReplyDelete@puteriamirillis...masak sih?...jangan dibayangi yang seram2 coba :) ...heheee..
ReplyDelete@Anonymous...hahaaaaaa...saya suka pegawai baru itu....hahahaaaaaa
hmm, awalnya saya telan bulat2 tu cerita. kali aja beneran ada yg bawa binatang ke kantor. tp baca lagi komen2, trus baca lg cerita, baru ngeh kalo ternyata org yg seperti ular gampang jg naek pangkatnya. hehe.. analoginya mantap mas. emang di t4 kerja banyak bgt yg kayak gitu
ReplyDeletewakwakwakkk . . akhirnya bisa nemu dan baca karya konyol kembali setelah kemarin history pada ilang, hufftt . .
ReplyDeletehohoho tinggalkan jejak
ReplyDeletekalian dibawah
ini...apapun
isinya...tetap akan
membuat saya
bahagia menari-nari
kecil didepan
laptop....
heheeeee.......
Sumpah ngakak ! Wuehehehe...
pusing aku bacanya... kesimpulannya ular mas dicuri pegawai baru yah :p
ReplyDeletemantap gan saya suka ....
ReplyDeletengeri banget animasi nya. tapi keren keren artikel nya. sukses kang broh :D
ReplyDeletekunjungan ..
ReplyDeletesalam sukses selalu ..:)
kenapa ga bawa kadal berbuntut dua....
ReplyDeletekeren aku suka tulisan anda
ReplyDelete